Pengalaman Unas yang konyol

Setahun yang lalu,ketika itu sehabis Ujian Masuk Universitas Gadjah Mada..

Seperti biasanya anak-anak SMA Negeri 1 Yogyakarta menenangkan diri untuk kemudian mempersiapkan diri
menghadapi Ujian Nasional a.k.a Unas…

Banyak teman saya yang menilai Unas itu yang penting lulus aja dan tidak belajar sungguh-sungguh untuk menghadapi Unas tersebut,, termasuk saya

Hari pertama adalah Bahasa Indonesia..kami semua alhamdulillah mengerjakan soal tersebut dengan baik.. dan tentunya kami tidak membahas dan ingin lebih rileks dalam menghadapi Unas hari kedua.

Malam menjelang hari kedua..saya berpikir “besok bahasa inggris ya..soalnya mungkin jauh lebih gampang daripada soal-soal TOEFL ato IELTS yang pernah saya ambil, tinggal mempersiapkan korek telinga supaya pendengaran lebih oke”..
Saya tidur awal sekitar pukul 20.00 supaya besok bisa bangun pagi.

Berangkat ke sekolah dengan persiapan seadanya plus sudah membersihkan telinga,,saya mengendarai motor dengan semangat,,sampai di sekolah tidak ada hal yang aneh,teman-teman tetap ceria seperti biasanya…sampai ketika itu ada teman saya yang membaca buku matematika..

“Ngapain kamu baca buku matematika??wah udah persiapan untuk besok ya?” saya mulai menyindirnya dengan gaya bercanda…Dia menyernitkan dahinya..”Lho,,bukannya sekarang Matematika ya?”

Oh Wow, saya berkata dalam hati

Saya tidak percaya begitu saja,,kemudian saya bertanya pada teman-teman saya yang lain..semuanya menjawab

MATEMATIKA…

waduh..tidak ada persiapan sama sekali bahkan untuk menghafal rumus statistika yang banyak..seadanya deh hehe…

Alhamdulillah,, walaupun banyak soal yang menggunakan rumus menghafal saya jawab dengan metode kira-kira,,soal itu bisa dikerjakan lah pokoknya..gag tau benar apa salah hehe…

Keesokan harinya adalah bahasa Inggris,,saya sudah membersihkan telinga saya khusus untuk mode listening…dan alhamdulillah berjalan lancar dan saya lulus….

Unas memang memberikan cerita yang lucu sekaligus konyol


About this entry